Rabu, 23 Februari 2022

CIRI BAHASA BAKU

1. Tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah

Bahasa baku tidak dipengaruhi oleh bahasa daerah seperti penambahan akhiran pada suatu kata, istilah atau sebutan tertentu, ataupun perubahan awal kata.

Baku                                        Tidak Baku

saya                                         gue

ayah                                         bokap

bertemu                                    ketemu

merasa                                     merasa

menemukan                             nemuin


2. Tidak dipengaruhi oleh bahasa asing

Bahasa baku tidak dipengaruhi oleh bahasa asing seperti penambahan kata bantu, pertukaran posisi, perbedaan makna dan sebagainya. 

Baku                                         Tidak Baku

itu salah                                    itu adalah salah

kesempatan lain                       lain kesempatan

tempat                                      di mana

hemoglobin                              haemoglobin

Contoh kalimat :

-  Kita akan bertemu pada kesempatan lain. (baku)

-  KIta akan bertemu pada lain kesempatan. (tidak baku)


3. Bukan bahasa percakapan

Bahasa yang baku bukan merupakan bahasa percakapan dan terdengar lebih formal atau resmi.

Baku                                            Tidak baku

tetapi                                            tapi

tidak                                             gak

bagaimana                                   gimana

memberi                                       ngasih

begitu                                           gitu


4.  Menggunakan imbuhan secara eksplisit

Penggunaan imbuhan (awalan, sisipan, dan akhiran) secara eksplisit menampilkan makna yang sebenarnya sehingga kalimat tersebut mudah dimenegerti.

Baku                                             Tidak baku

bernyanyi                                      nyanyi

bermain                                         main


contoh kalimat :

-  Pemuda itu sangat pintar bermain catur. (baku)

-  Pemuda itu sangat pintar main catur. (tidak baku)


5. Penggunaannya sesuai dengan konteks kalimat

Pemakaian ragam bahasa baku sesuai dengan konteks kalimat sehingga dikasilkan kalimat yang lebih sesuai.

Baku                                              Tidak baku

daripada                                        dari

disebabkan oleh                            disebabkan karena


Contoh kalimat :

-  Rumah paman lebih besar daripada rumah nenek.

-  Rumah paman lebih besar dari rumah nenek.


6.  Tidak terkontaminasi dan tidak rancu

Bahasa baku tidak mengandung makna ganda sehingga lebih efektif.

Baku                                         Tidak Baku

menghemat waktu                    mempersingkat waktu

mengesampingkan                   mengenyampingkan

memeroleh                               memperoleh


7. Tidak mengandung arti pleonasme

Pleonasme merupakan majas yang menggunakan suatu kata atau keterangan yang sebenarnya tidak diperlukan lagi karena arti kata tersebut sama dengan kata yang diterangkannya. Dengan kata lain, adanya penambahan kata keterangan pada pernyataan yang sudah jelas maknanya.

Baku                                Tidak baku

maju                                 maju ke depan

naik                                  naik ke atas 


8. Tidak mengandung arti hiperkorek

Hiperkorek merupakan kesalahan berbahasa akibat koreksi yang berlebihan pada bentuk yang sudah benar sehingga menyebabkan kesalahan. Hiperkorek bersifat menghendaki kerapian dan kesempurnaan yang sangat berlebihan sehingga hasilnya justru menjadi kurang tepat.

Baku                                 Tidak baku

kristal                                krystal

insaf                                  insyaf

syukur                               sukur

sah                                    syah

karisma                             kharisma

BAHASA BAKU DAN TIDAK BAKU



Bahasa baku adalah ragam bahasa yang sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang berpedoman pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pedoman pembentukan istilah, dan ejaan yang disempurnakan. Biasanya sering digunakan secara lisan maupun tulisan dalam beberapa situasi formal seperti pidato kenegaraan, rapat dinas, komunikasi siswa dengan guru, komunikasi atasan dengan bawahan, komunikasi resmi, wacana teknis, dan sebagainya.

Sedangkan bahasa yang tidak mengikuti bahasa baku dan kaidah bahasa Indonesia disebut bahasa tidak baku. Biasanya sering digunakan dalam percakapan sehari-hari. Disebut juga bahasa informal karena cenderung lebih akrab dibanding dengan bahasa baku.

Senin, 21 Februari 2022

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi


Teks laporan hasil observasi disusun dengan struktur sebagai berikut :

1. Pernyataan umum atau klasifikasi  : berisi hal umum tentang objek yang akan dikaji, menjelaskan secara garis besar pemahaman hal tersebut.

2. Deskripsi bagian  :  berisi penjelasan detail mengenai objek atau bagian-bagiannya terdapat pada deskripsi bagian.

3. Deskripsi manfaat  : menunjukkan bahwa setiap objek yang diamati memiliki manfaat atau fungsi dalam kehidupan.  

Kamis, 09 September 2021

MENULIS CERITA SEJARAH

Teks cerita sejarah merupakan teks yang di dalamnya menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lalu yang menjadi asal muasal atau latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai sejarah.  Struktur teks merupakan gambaran cara teks tersebut dibangun . Teks cerita sejarah disusun dengan struktur teks orientasi cerita sejarah diikuti oleh urutan peristiwa dan diikuti oleh reorientasi.

1. Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari teks cerita sejarah.

2. Urutan peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi , umumnya disampaikan dalam urutan kronologis.

3. Reorientasi berisi komentar pribadi penulis tentang peristiwa sejarah yang diceritakan. Reorientasi boleh ada, boleh tidak. Tergantung kehendak penulis.

Struktur di atas bisa juga dipakai sebagai pedoman menyusun keranga karangan cerita sejarah.

Ciri kebahasaan teks sejarah ditandai dengan adanya :

1. Pronomina (kata ganti) merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung.

2. Frasa adverbal merupakan kata yang menunjukkan kejadian atau peristiwa , waktu, dan tempat.]

3. Verba material, merupakan kata yang berfungsi untuk menunjukkan aktifitas atau perubahan nyata yang dilakukakn oleh partisipan. kata kerja material menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, meulis dan menyapu.]

4. Konjungsi temporal (kata sambung waktu) berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah hanya memanfaatkan konjungsi (kata penghubungtempral)

Rabu, 01 September 2021

Kalimat Aktif Transitif dan Intransitif

Perhatikan kembali kalimat berikut !

Buku membuka jendela dunia.

Selain sebagai kalimat verbal, kalimat tersebut juga merupakan jenis kalimat aktif. Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan. Kalimat aktif dibedakan menjadi 2 yaitu kalimat aktif transitif dan aktif intransitif.

Perhatikan analisis fungsi berikut !

Buku membuka jendela dunia.

 S           P             O

Dalam kalimat verbal, yang perlu diperhatikan adalah kelas kata dalam fungsi predikat. Dalam kalimat aktif transitif, yang diperhatikan fungsi objeknya. Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang memiliki objek. Adapun kalimat aktif intransitif adalah kalimat aktif yang tidak memiliki objek.

Kalimat Verbal

 Perhatikanlah kalimat berikut !

1) Ibu adalah orang yang menjaga kita siang dan malam.

2) Buku membuka jendela dunia. 

Berdasarkan fungsinya, kalimat tersebut merupakan kalimat verbal. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja. 

Perhatikan analisis fungsi berikut !

1) Ibu menjaga kita siang dan malam.

     S    P(verba) O      Ket

2) Buku membuka jendela dunia. 

      S        P(verba)      O

Pada kalimat tersebut predikatnya berupa kata kerja (verba). Oleh karena itu, kalimat tersebut dikategorikan sebagai kalimat verbal.

Kalimat Nominal

 Perhatikanlah kalimat berikut :

Ibu adalah segalanya bagi kita 

Berdasarkan fungsinya kalimat tersebut merupakan kalimat nominal. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda, kata sifat, atau kata keterangan.]

Perhatikanlah analisis fungsi berikut ini ]

Ibu adalah segalanya bagi kita  ]

S             P(adj)               K

Pada kalimat tersebut predikatnya adalah berupa kata sifat (adjektiva).  Oleh karena itu, kalimat tersebut dikategorikan sebagai kalimat nominal.

KAIDAH KEBAHASAAN TEKS EKSPOSISI

 Ciri kebahasaan yang terdapat dalam teks eksposisi adalah

a. Kalimat Nominal

https://kamuflasemedia.blogspot.com/2021/09/kalimat-nominal.html

b. Kalimat Verbal

https://kamuflasemedia.blogspot.com/2021/09/kalimat-verbal.html

c. Kalimat Aktif Transitif dan Intransitif

https://kamuflasemedia.blogspot.com/2021/09/kalimat-aktif-transitif-dan-intransitif.html

STRUKTUR TEKS CERITA SEJARAH

a. Orientasi adalah awal pengenalan dari sebuah cerita atau peristiwa sejarah .  Bagian ini biasanya juga berisi perkenalan tokoh-tokoh dalam cerita yang akan diceritakan

b. Rangkaian kejadian atau insiden adalah rekaman peristiwa sejarah yang biasanya disampaikan secara kronologis.

c. Komplikasi adalah  saat terjadinya sebuah .masalah  yang dihadapi oleh sang tokoh utama dalam cerita

d. Resolusi adalah bagian dimana masalah terpecahkan.

CERITA SEJARAH

Peristiwa sejarah ditempatkan sebagai fakta, kejadian, dan kenyataan yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Kejadian masa lampau tersebut dapat kita jadikan dasar untuk mengetahui dan merekonstruksi kehidupan pada masa tersebut. Cerita tentang masa lalu banyak jenis dan ragamnya. Beberapa contohnya adalah novel, legenda, mitos, babad, hikayat, cerita sejarah, dan sebagainya. Ciri paling utama dari cerita sejarah adalah peristiwa yang diceritakan terjadi dengan sebenarnya.  Untuk membuktikan kebenaran peristiwa yang telah terjadi, maka cerita sejarah harus berdasarkan fakta, dan data yang akurat. Inilah yang membedakan antara cerita sejarah dengan cerita tentang masa lalu dari novel atau legenda.

Secara umum cerita sejarah dapat digolongkan ke dalam teks narasi. Untuk keperluan penelitian sejarah , teks sejarah cenderung ditulis dengan gaya eksposisi, yaitu menyajikan pendapat dan menguraikan alasannya dengan fakta dan bukti-bukti sejarah.]

Bacalah cek cerita sejarah berikut !]

http://themanfromthepast.blogspot.com/2010/02/perang-jawa-1825-1830.html

Kamis, 26 Agustus 2021

FUNGSI BAHASA

1. Sebagai Alat Berpikir

Perbedaan manusia dengan bangsa primata adalah faktor keberadaan bahasa. Semua bangsa primata seperti kera, memiliki otak seperti manusia. Akan tetapi kemampuan otak mereka tidak digunakan untuk berpikir dan melahirkan ilmu pengetahuan karena ketiadaan bahasa pada mereka. Dengan sarana bahasa itulah manusia bisa berpikir. 

2. Bahasa sebagai Sarana Ekspresi Diri 

Setiap manusia memiliki perasaan, keinginan, harapan, dan sejenisnya. Semua itu dapat diungkapkan  melalui bahasa. Perasaan dan sejenisnya dapat pula kita nyatakan melalui gerakan. Akan tetapi, akan lebih jelas apabila semuanya itu diungkapkan melalui kata-kata. Dengan bahasa itu pula kita bisa menyatakan karakter dan jatidiri kita. Rasa optimis, senang, curiga, keluhan, kemarahan, dan sebagainya, semua dapat terungkapkan melalui bahasa.

contoh :

- "Saya bisa."      maksudnya optimis

- "Asyik, aku juara !"      maksudnya senang

- "Wah, jangan-jangan dia pelakunya."      maksudnya curiga

- "Mengapa hujan terus hari ini ?"         maksudnya keluhan

- "Tidak benar itu. Aku tidak salah !"         maksudnya marah


3. Bahasa sebagai Sarana Komunikasi

Penggunaan bahasa di dalam berkomunikasi terbagi ke dalam dua bagian, yaitu :

  • Penggunaan bahasa lisan yang meliputi kegiatan berbicara dan menyimak
  • Penggunaan bahasa tertulis yang meliputi kegiatan menulis dan membaca.
Kedua bentuk bahasa ini memiliki karakteristik masing-masing, yaitu sebagai berikut :
  • Berbahasa lisan cenderung bersifat spontan. Kalimatnya pendek-pendek karena banyak bagian mengalami pelesapan. Disamping itu, ragam bahasa lisan banyak menggunakan kosakata percakapan, seperti kok, dong, sih, deh.
  • Berbahasa secara tertulis lebih tertata karena kita memiliki banyak waktu untuk memilih dan menggunakan kosakata secara tepat. Strukturnyapun lebih lengkap daripada struktur ragam bahasa lisan. 

4. Bahasa sebagai Sarana Integrasi dan Adaptasi Sosial 

Bahasa berperan sebagai sarana komunikasi. Konsekuensi logisnya adalah bahasa dapat menjadikan setiap orang merasa menjadi bagian dari kelompok masyarakatnya. 

Hal yang sama terjadi pula pada orang-orang yang sedang berada di perantauan. Karena menggunakan bahasa yang sama, mereka merasa bersaudara. Mereka merasa memiliki kedekatan emosi walaupun sebenarnya mereka tidak saling mengenal. Dalam hal inilah bahasa memiliki fungsi sebagai sarana persatuan. Seseorang merasa bagian dari masyarakatnya karena kesamaan bahasa. 

L.K. 3.1 MENYUSUN BEST PRACTICE (SYAMSUL FUAD)

    Menyusun Cerita Praktik Baik ( Best Practice ) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak) Terkai...