Senin, 21 Februari 2022

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi


Teks laporan hasil observasi disusun dengan struktur sebagai berikut :

1. Pernyataan umum atau klasifikasi  : berisi hal umum tentang objek yang akan dikaji, menjelaskan secara garis besar pemahaman hal tersebut.

2. Deskripsi bagian  :  berisi penjelasan detail mengenai objek atau bagian-bagiannya terdapat pada deskripsi bagian.

3. Deskripsi manfaat  : menunjukkan bahwa setiap objek yang diamati memiliki manfaat atau fungsi dalam kehidupan.  

Kamis, 09 September 2021

MENULIS CERITA SEJARAH

Teks cerita sejarah merupakan teks yang di dalamnya menjelaskan dan menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lalu yang menjadi asal muasal atau latar belakang terjadinya sesuatu yang memiliki nilai sejarah.  Struktur teks merupakan gambaran cara teks tersebut dibangun . Teks cerita sejarah disusun dengan struktur teks orientasi cerita sejarah diikuti oleh urutan peristiwa dan diikuti oleh reorientasi.

1. Orientasi merupakan bagian pengenalan atau pembuka dari teks cerita sejarah.

2. Urutan peristiwa merupakan rekaman peristiwa sejarah yang terjadi , umumnya disampaikan dalam urutan kronologis.

3. Reorientasi berisi komentar pribadi penulis tentang peristiwa sejarah yang diceritakan. Reorientasi boleh ada, boleh tidak. Tergantung kehendak penulis.

Struktur di atas bisa juga dipakai sebagai pedoman menyusun keranga karangan cerita sejarah.

Ciri kebahasaan teks sejarah ditandai dengan adanya :

1. Pronomina (kata ganti) merupakan kata yang digunakan untuk menggantikan benda dan menamai seseorang atau sesuatu secara tidak langsung.

2. Frasa adverbal merupakan kata yang menunjukkan kejadian atau peristiwa , waktu, dan tempat.]

3. Verba material, merupakan kata yang berfungsi untuk menunjukkan aktifitas atau perubahan nyata yang dilakukakn oleh partisipan. kata kerja material menunjukkan perbuatan fisik atau peristiwa, misalnya membaca, meulis dan menyapu.]

4. Konjungsi temporal (kata sambung waktu) berguna untuk menata urutan-urutan peristiwa yang diceritakan, teks cerita sejarah hanya memanfaatkan konjungsi (kata penghubungtempral)

Rabu, 01 September 2021

Kalimat Aktif Transitif dan Intransitif

Perhatikan kembali kalimat berikut !

Buku membuka jendela dunia.

Selain sebagai kalimat verbal, kalimat tersebut juga merupakan jenis kalimat aktif. Kalimat aktif adalah kalimat yang subjeknya melakukan pekerjaan. Kalimat aktif dibedakan menjadi 2 yaitu kalimat aktif transitif dan aktif intransitif.

Perhatikan analisis fungsi berikut !

Buku membuka jendela dunia.

 S           P             O

Dalam kalimat verbal, yang perlu diperhatikan adalah kelas kata dalam fungsi predikat. Dalam kalimat aktif transitif, yang diperhatikan fungsi objeknya. Kalimat aktif transitif adalah kalimat yang memiliki objek. Adapun kalimat aktif intransitif adalah kalimat aktif yang tidak memiliki objek.

Kalimat Verbal

 Perhatikanlah kalimat berikut !

1) Ibu adalah orang yang menjaga kita siang dan malam.

2) Buku membuka jendela dunia. 

Berdasarkan fungsinya, kalimat tersebut merupakan kalimat verbal. Kalimat verbal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata kerja. 

Perhatikan analisis fungsi berikut !

1) Ibu menjaga kita siang dan malam.

     S    P(verba) O      Ket

2) Buku membuka jendela dunia. 

      S        P(verba)      O

Pada kalimat tersebut predikatnya berupa kata kerja (verba). Oleh karena itu, kalimat tersebut dikategorikan sebagai kalimat verbal.

Kalimat Nominal

 Perhatikanlah kalimat berikut :

Ibu adalah segalanya bagi kita 

Berdasarkan fungsinya kalimat tersebut merupakan kalimat nominal. Kalimat nominal adalah kalimat yang predikatnya berupa kata benda, kata sifat, atau kata keterangan.]

Perhatikanlah analisis fungsi berikut ini ]

Ibu adalah segalanya bagi kita  ]

S             P(adj)               K

Pada kalimat tersebut predikatnya adalah berupa kata sifat (adjektiva).  Oleh karena itu, kalimat tersebut dikategorikan sebagai kalimat nominal.

KAIDAH KEBAHASAAN TEKS EKSPOSISI

 Ciri kebahasaan yang terdapat dalam teks eksposisi adalah

a. Kalimat Nominal

https://kamuflasemedia.blogspot.com/2021/09/kalimat-nominal.html

b. Kalimat Verbal

https://kamuflasemedia.blogspot.com/2021/09/kalimat-verbal.html

c. Kalimat Aktif Transitif dan Intransitif

https://kamuflasemedia.blogspot.com/2021/09/kalimat-aktif-transitif-dan-intransitif.html

STRUKTUR TEKS CERITA SEJARAH

a. Orientasi adalah awal pengenalan dari sebuah cerita atau peristiwa sejarah .  Bagian ini biasanya juga berisi perkenalan tokoh-tokoh dalam cerita yang akan diceritakan

b. Rangkaian kejadian atau insiden adalah rekaman peristiwa sejarah yang biasanya disampaikan secara kronologis.

c. Komplikasi adalah  saat terjadinya sebuah .masalah  yang dihadapi oleh sang tokoh utama dalam cerita

d. Resolusi adalah bagian dimana masalah terpecahkan.

CERITA SEJARAH

Peristiwa sejarah ditempatkan sebagai fakta, kejadian, dan kenyataan yang benar-benar terjadi pada masa lampau. Kejadian masa lampau tersebut dapat kita jadikan dasar untuk mengetahui dan merekonstruksi kehidupan pada masa tersebut. Cerita tentang masa lalu banyak jenis dan ragamnya. Beberapa contohnya adalah novel, legenda, mitos, babad, hikayat, cerita sejarah, dan sebagainya. Ciri paling utama dari cerita sejarah adalah peristiwa yang diceritakan terjadi dengan sebenarnya.  Untuk membuktikan kebenaran peristiwa yang telah terjadi, maka cerita sejarah harus berdasarkan fakta, dan data yang akurat. Inilah yang membedakan antara cerita sejarah dengan cerita tentang masa lalu dari novel atau legenda.

Secara umum cerita sejarah dapat digolongkan ke dalam teks narasi. Untuk keperluan penelitian sejarah , teks sejarah cenderung ditulis dengan gaya eksposisi, yaitu menyajikan pendapat dan menguraikan alasannya dengan fakta dan bukti-bukti sejarah.]

Bacalah cek cerita sejarah berikut !]

http://themanfromthepast.blogspot.com/2010/02/perang-jawa-1825-1830.html

Kamis, 26 Agustus 2021

FUNGSI BAHASA

1. Sebagai Alat Berpikir

Perbedaan manusia dengan bangsa primata adalah faktor keberadaan bahasa. Semua bangsa primata seperti kera, memiliki otak seperti manusia. Akan tetapi kemampuan otak mereka tidak digunakan untuk berpikir dan melahirkan ilmu pengetahuan karena ketiadaan bahasa pada mereka. Dengan sarana bahasa itulah manusia bisa berpikir. 

2. Bahasa sebagai Sarana Ekspresi Diri 

Setiap manusia memiliki perasaan, keinginan, harapan, dan sejenisnya. Semua itu dapat diungkapkan  melalui bahasa. Perasaan dan sejenisnya dapat pula kita nyatakan melalui gerakan. Akan tetapi, akan lebih jelas apabila semuanya itu diungkapkan melalui kata-kata. Dengan bahasa itu pula kita bisa menyatakan karakter dan jatidiri kita. Rasa optimis, senang, curiga, keluhan, kemarahan, dan sebagainya, semua dapat terungkapkan melalui bahasa.

contoh :

- "Saya bisa."      maksudnya optimis

- "Asyik, aku juara !"      maksudnya senang

- "Wah, jangan-jangan dia pelakunya."      maksudnya curiga

- "Mengapa hujan terus hari ini ?"         maksudnya keluhan

- "Tidak benar itu. Aku tidak salah !"         maksudnya marah


3. Bahasa sebagai Sarana Komunikasi

Penggunaan bahasa di dalam berkomunikasi terbagi ke dalam dua bagian, yaitu :

  • Penggunaan bahasa lisan yang meliputi kegiatan berbicara dan menyimak
  • Penggunaan bahasa tertulis yang meliputi kegiatan menulis dan membaca.
Kedua bentuk bahasa ini memiliki karakteristik masing-masing, yaitu sebagai berikut :
  • Berbahasa lisan cenderung bersifat spontan. Kalimatnya pendek-pendek karena banyak bagian mengalami pelesapan. Disamping itu, ragam bahasa lisan banyak menggunakan kosakata percakapan, seperti kok, dong, sih, deh.
  • Berbahasa secara tertulis lebih tertata karena kita memiliki banyak waktu untuk memilih dan menggunakan kosakata secara tepat. Strukturnyapun lebih lengkap daripada struktur ragam bahasa lisan. 

4. Bahasa sebagai Sarana Integrasi dan Adaptasi Sosial 

Bahasa berperan sebagai sarana komunikasi. Konsekuensi logisnya adalah bahasa dapat menjadikan setiap orang merasa menjadi bagian dari kelompok masyarakatnya. 

Hal yang sama terjadi pula pada orang-orang yang sedang berada di perantauan. Karena menggunakan bahasa yang sama, mereka merasa bersaudara. Mereka merasa memiliki kedekatan emosi walaupun sebenarnya mereka tidak saling mengenal. Dalam hal inilah bahasa memiliki fungsi sebagai sarana persatuan. Seseorang merasa bagian dari masyarakatnya karena kesamaan bahasa. 

SYARAT-SYARAT KALIMAT EFEKTIF

1. Sesuai dengan kaidah bahasa dan ejaan (EYD)

Sebuah kalimat efektif harus menggunakan ejaan atau tanda baca yang tepat dengan kaidah bahasa. Kata baku seharusnya menjadi perhatian tersendiri, agar tidak sampai kata yang anda tulis ternyata tidak tepat dengan EYD.

2. Logis

Kalimat efektif merupakan kalimat yang bisa diterima dengan akal sehat dan bisa dipahami dengan baik. Sebaliknya, jika kalimat tersebut tidak dapat diterima atau tidak jelas, maka kalimat tersebut adalah kalimat tidak efektif.

Perhatikan kalimat berikut ini !

"Waktu dan tempat kami persilakan."

Kalimat tersebut tidak efektif dan tidak bisa diterima oleh akal sehat. Bagaimana bisa waktu dan tempat dipersilakan, bukan pembicara. Kalimat tersebut maksudnya bukan waktu dan tempat dipersilakan, tetapi Bapak Asep yang dipersilakan. 

Seharusnya kalimat tersebut adalah sebagai berikut :

"Kepada Bapak Asep, kami persilakan."

3. Tidak Ambigu

Kalimat yang mempunyai makna lebih dari satu disebut dengan kalimat yang tidak efektif. Hal ini dikarenakan kalimat tersebut tidak bisa menyampaikan maksud atau ide yang sebenarnya kepada para pembaca atau pendengar. 

Perhatikan kalimat berikut !

"Para siswa baru mengikuti kegiatan pesantren kilat di sekolah."

Kalimat tersebut ambigu karena mempunyai dua makna yang dihasilkan, yaitu apakah murid baru yang mengikuti kegiatan pesantren kilat di sekolah, ataukah para murid baru saja yang mengikuti kegiatan tersebut.

Seharusnya kalimat tersebut adalah sebagai berikut :

"Para siswa baru saja mengikuti kegiatan pesantren kilat di sekolah."

4. Hemat Kata

Suatu kalimat dapat dikatakan efektif, apabila tidak ada pemborosan atau penambahan kata yang tidak perlu ditambah. Tanpa kita sadari, kita seringkali menggunakan kata-kata tersebut. Supaya jumlah kata-katanya menjadi banyak, tapi hal ini terkadang menjadi sulit dipahami kalimatnya. 

5. Ketegasan Topik

Kalimat akan menjadi efektif apabila kalimat tersebut memiliki kejelasan pada kalimat utamanya. Dengan kata lain, ide pokok utama yang harus disampaikan harus jelas dan lugas.

Perhatikan kalimat berikut ini !

"Dia yang bertanggungjawab dengan semua ini !"

Kalimat di atas sebarusnya menggunakan kata imbuhan -lah. Sehingga ide utamanya bisa lebih tepat tersampaikan. Jadi lebih tepatnya kalimat itu, ditulis sebagai berikut :

"Dialah yang harus bertanggungjawab dengan semua ini." 

PENGERTIAN KALIMAT EFEKTIF

Kalimat Efektif adalah kalimat yang sesuai dengan kaidah tata bahasa, baik itu ejaan dan tanda bacanya. Sehingga kalimat tersebut mudah dipahami oleh pembaca atau pendengarnya. 

Selain itu, kalimat efektif juga dapat menyampaikan gagasan-gagasan atau ide yang ingin disampaikan oleh penulis atau pembicara pada pembaca maupun pendengar.

Berdasarkan pengertian diatas, maka dapat kita simpulkan bahwa salah satu faktor yang dapat dijadikan penanda untuk melihat efektifitas suatu kalimat. Penanda tersebut adalah tersampaikannya pesan penulis atau pembicara pada pembaca maupun pendengar.

Jika pesan yang diterima oleh pembaca atau pendengar sama dengan yang ditulis oleh penulis maupun yang dibicarakan oleh pembicara, maka kalimat-kalimat tersebut merupakan kalimat efektif.

Kesalahan yang sering menyebabkan kalimat tidak efektif adalah penggunaan kata-kata yang keterangan atau penjelasannya bermakna ganda. Kata-kata yang menimbulkan makna ganda seringkali menyebabkan pembaca atau pendengar kebingungan. Bahkan sampai salah paham atas apa yang disampaikan oleh penulis atau pembicara.

Maka dari itu, kalimat efektif biasanya menghindari penggunaan kata-kata yang bisa menimbulkan makna ganda atau biasanya disebut ambigu. Dalam membuat kalimat efektif gunakanlah kata-kata yang jelas dan logis. Sehingga proses penyampaian dan penerimaan gagasan berlangsung dengan sempurna. 

Syarat-syarat kalimat efektif

L.K. 3.1 MENYUSUN BEST PRACTICE (SYAMSUL FUAD)

    Menyusun Cerita Praktik Baik ( Best Practice ) Menggunakan Metode Star (Situasi, Tantangan, Aksi, Refleksi Hasil dan Dampak) Terkai...